Bupati Rijanto Dorong Siraman Gong Kyai Pradah Jadi Magnet Wisata dan Penggerak UMKM

Terkini 27 Aug 2026 15:42 3 min read 31 views By Redaksi
Bupati Rijanto Dorong Siraman Gong Kyai Pradah Jadi Magnet Wisata dan Penggerak UMKM
Foto Bupati Blitar, H. Rijanto di acara Tradisi Siraman Gong Kyai Pradah.

BLITAR | Penajatimsatu.com — Tradisi Siraman Gong Kyai Pradah kembali digelar di Alon-Alon Lodoyo Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar tahun 2026. Selain menjadi momentum pelestarian warisan budaya leluhur, tradisi tahunan tersebut kini terus didorong menjadi magnet pariwisata sekaligus penggerak perekonomian masyarakat.

Bupati Blitar, H. Rijanto, mengatakan Siraman Gong Kyai Pradah merupakan tradisi yang memiliki nilai budaya tinggi dan telah mengakar kuat di tengah masyarakat. Tradisi tersebut lahir dari kekompakan, keguyuban serta kepedulian masyarakat yang kemudian terus dilestarikan dari generasi ke generasi.

“Ini tradisi yang baik, tinggalan para leluhur kita yang harus kita lestarikan. Apalagi Gong Kyai Pradah ini lahir dari kekompakan, keguyuban dan kepedulian masyarakat,” ujar Rijanto. Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, keberadaan Gong Kyai Pradah semakin memiliki posisi penting setelah ditetapkan pemerintah pusat sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Karena itu, pelestarian tradisi tidak boleh berhenti sebatas kegiatan seremonial.

Pemkab Blitar, kata Rijanto, terus berupaya mengemas tradisi tersebut agar memiliki daya tarik wisata dan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Tidak hanya kita melestarikan budaya, tetapi kita kemas untuk pengembangan pariwisata. Ini adalah aset budaya yang tentunya punya dampak untuk pengembangan ekonomi kreatif masyarakat,” jelasnya.

Kemasan kegiatan yang semakin menarik terbukti mampu menghadirkan antusiasme masyarakat. Ribuan aktivitas warga dan keberadaan para pelaku UMKM turut menghidupkan suasana di sekitar lokasi kegiatan.

Rijanto menyebut geliat ekonomi masyarakat terlihat secara langsung dari aktivitas perdagangan selama pelaksanaan Siraman Gong Kyai Pradah.

“Alhamdulillah yang kita lihat secara langsung tadi, luar biasa UMKM-nya laris manis. Pedagang-pedagang nampaknya tersenyum puas,” ungkapnya.

Kondisi tersebut menjadi evaluasi bagi pemerintah daerah agar penyelenggaraan tradisi budaya setiap tahun dapat terus ditingkatkan, baik dari sisi kualitas kegiatan maupun dampaknya terhadap masyarakat.

“Ini tanggung jawab kita bersama. Setiap tahun harus ada peningkatan kualitas. Kita tidak hanya bertanggung jawab melestarikan budaya, tetapi juga mengemasnya untuk pengembangan pariwisata, ekonomi kreatif dan semuanya punya dampak pada perkembangan ekonomi masyarakat,” tegas Rijanto.

Terkait kebijakan efisiensi anggaran, Rijanto menegaskan bahwa kegiatan pelestarian budaya seperti Siraman Gong Kyai Pradah memiliki manfaat langsung bagi masyarakat, terutama pelaku usaha kecil.

Menurutnya, kegiatan tersebut justru menjadi salah satu ruang untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat agar tetap tumbuh.

“Kalau bicara efisiensi, tidak seperti ini. Kalau ini justru tanggung jawab kita bersama untuk mendorong masyarakat agar tetap bangkit ekonominya dengan cara-cara seperti ini,” katanya.

Ia menegaskan, pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan. Tradisi leluhur tidak hanya dijaga keberlangsungannya, tetapi juga dikembangkan menjadi potensi wisata yang mampu membuka peluang ekonomi baru.

“Ini tidak ada hubungannya dengan efisiensi. Justru ini menyentuh kehidupan masyarakat lapisan bawah,” tandasnya.

Untuk memastikan kegiatan budaya tetap berjalan, Pemkab Blitar juga memberikan dukungan melalui penganggaran daerah.

“Setiap tahun selalu kita sisakan APBD untuk acara-acara semacam ini,” pungkas Rijanto.

Dengan konsep tersebut, Siraman Gong Kyai Pradah diharapkan tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi berkembang menjadi ikon wisata budaya Kabupaten Blitar yang mampu menarik wisatawan sekaligus menggerakkan UMKM dan ekonomi kreatif masyarakat.

Recent Articles